Mahasiswa KKN UNS Dorong Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana Lewat Eco Enzyme di Desa Clapar
Mahasiswa KKN UNS Dorong Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana Lewat Eco Enzyme di Desa Clapar

By Admin 18 Feb 2026, 14:35:05 WIB Kegiatan

Berita Terkait

Berita Populer

Mahasiswa KKN UNS Dorong Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana Lewat Eco Enzyme di Desa Clapar

Keterangan Gambar : Mahasiswa KKN UNS Dorong Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana Lewat Eco Enzyme di Desa Clapar


Purworejo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 113 Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Clapar, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, dengan tema “Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana.” Salah satu fokus kegiatan yang diusung adalah produksi eco enzyme dari limbah organik rumah tangga bersama kelompok Bank Sampah Clear3 dan Ceria, Desa Clapar.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dilaksanakan pada 24 Januari 2026 dengan sasaran utama ibu-ibu pengurus Bank Sampah Clear3 dan Ceria. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong pemanfaatan sampah organik agar tidak hanya dibuang, tetapi diolah menjadi produk yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik nabati seperti kulit buah dan sayuran dengan gula dan air. Cairan ini memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai pupuk cair alami, pembersih lantai, penghilang bau, hingga pengendali hama secara ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan sisa dapur menjadi eco enzyme, masyarakat dapat mengurangi volume sampah sekaligus memperoleh produk yang bermanfaat.

Menurut mahasiswa KKN 113 UNS, pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan dan mitigasi bencana. Eco enzyme dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman sayur dan buah di pekarangan rumah, sehingga mendukung ketersediaan pangan keluarga. Di sisi lain, pengurangan sampah organik membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko bencana seperti banjir akibat saluran air tersumbat.

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode pemaparan materi dan praktik langsung. Para peserta dikenalkan pada bahan dan alat yang mudah diperoleh, seperti limbah organik rumah tangga, gula merah/moase, air bersih, serta wadah tertutup. Mahasiswa juga menjelaskan tahapan pembuatan eco enzyme, mulai dari pencampuran bahan hingga proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif mengenai cara penyimpanan, pemanfaatan hasil fermentasi, serta kemungkinan pengembangan eco enzyme sebagai produk unggulan bank sampah desa. Ibu-ibu pengurus bank sampah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pengurangan sampah (SDGs 12), ketahanan pangan (SDGs 2), permukiman berkelanjutan (SDGs 11), serta aksi terhadap perubahan iklim (SDGs 13). Pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme menjadi contoh nyata upaya sederhana masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan desa terhadap risiko bencana.

Melalui kegiatan pemberdayaan ini, mahasiswa KKN 113 UNS berharap masyarakat Desa Clapar dapat terus mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, bank sampah tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga pusat edukasi dan inovasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

 

Penulis : Fajar Banyu Putrada (KKN 113 UNS, Desa Clapar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment