▴kec bag▴
▴Layanan Aduan▴ - Atasi Krisis Pakan Ternak Saat Kemarau, Mahasiswa KKN 113 UNS Latih Warga Desa Clapar Buat Silase dan Mesin Cacah Hemat Energi
- KKN UNS Dorong Penguatan UMKM Lokal melalui Legalitas Usaha di Desa Clapar
- Pohon Serbaguna untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
- Staf Trantibum Salurkan Bantuan Logistik PMI untuk Warga Terdampak Pohon Tumbang di Desa Clapar
- Kasi Pemerintahan Hadiri Musdes Realisasi APBDes 2025 dan Penetapan KPM BLT DD 2026 Desa Semagung
- Staf Perencanaan Kecamatan Bagelen Hadiri Rapat Persiapan Evaluasi Perencanaan TA 2026
- Camat Bagelen Hadiri Penutupan Festival Hadroh di Alun-Alun Purworejo
- Camat Bagelen Hadiri Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengukuhan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemkab Purworejo
- Kecamatan Bagelen Gelar Sosialisasi Pajak Daerah dan Opsen PKB
- Kecamatan Bagelen Ajukan Dua Inovasi dalam Desk Rancang Bangun Inovasi di Baperida Purworejo
Pohon Serbaguna untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Pohon Serbaguna untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Berita Terkait
- Staf Trantibum Salurkan Bantuan Logistik PMI untuk Warga Terdampak Pohon Tumbang di Desa Clapar0
- Kasi Pemerintahan Hadiri Musdes Realisasi APBDes 2025 dan Penetapan KPM BLT DD 2026 Desa Semagung0
- Camat Bagelen Hadiri Penutupan Festival Hadroh di Alun-Alun Purworejo0
- Kecamatan Bagelen Gelar Sosialisasi Pajak Daerah dan Opsen PKB0
- Kecamatan Bagelen Ajukan Dua Inovasi dalam Desk Rancang Bangun Inovasi di Baperida Purworejo0
- Kasi Trantibum Kecamatan Bagelen Dampingi PMI Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Somorejo0
- Kasi Pemerintahan Kecamatan Bagelen Hadiri Musdes Penetapan Calon Penerima BLT DD 2026 di Sokoagung0
- Pendamping Sosial Bagelen Dampingi KPM Ambil Buku Tabungan dan KKS di BRI Purworejo0
- Kasi Pemerintahan Kecamatan Bagelen Hadiri Rakor Pemanfaatan Aset Desa untuk Pembangunan Gerai KDMP0
- Pendamping Sosial Kecamatan Bagelen Lakukan Verifikasi Komitmen Penerima Bantuan Sosial0
Berita Populer
- Kementrian Desa Launching Update Aplikasi eHDW, Kecamatan Bagelen Sosialisasikan Kepada Perangkat Desa
- Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Bagelen: Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah 2024
- Ziarah Makam Raden Mas Singo Wijoyo
- Netralitas Penyelenggara Pemilu Harus Dijaga Dan Dipegang Teguh, Karena Merupakan Modal Sangat Penting Dalam Mengawal Tegaknya Demokrasi
- Rapat Paripurna
- DPRD Kabupaten Purworejo Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
- PAMSIMAS DESA BAPANGSARI DIBANGUN DENGAN TOTAL ANGGARAN LEBIH DARI 700 JUTA RUPIAH
- Gebyar PKH
- Program Keluarga Harapan ( PKH )
- Sertijab Kades se Kecamatan Bagelen

Keterangan Gambar : (Foto bersama dengan warga desa setelah pembagian bibit alpukat dan nangka madu / Dok. Tim KKN 113 UNS)
Ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana merupakan dua isu strategis yang saling berkaitan dalam pembangunan desa berkelanjutan. Di wilayah pedesaan yang memiliki kondisi topografi berbukit seperti Desa Clapar, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, ancaman tanah longsor pada musim hujan serta kekeringan saat musim kemarau menjadi tantangan nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Ketergantungan pada sektor pertanian menjadikan stabilitas lahan dan ketersediaan air sebagai faktor krusial dalam menjaga produktivitas pangan. Oleh karena itu, penguatan ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari upaya konservasi lingkungan dan mitigasi bencana berbasis vegetasi.
Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap permasalahan tersebut, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 113 Universitas Sebelas Maret (UNS) di bawah bimbingan DPL Dr. Rokhmaniyah, M.Pd., mengusung tema “Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana” melalui Program Pohon Serbaguna untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Program ini diwujudkan dalam kegiatan sosialisasi pentingnya penanaman Multipurpose Tree Species (MPTS) yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Balai Desa Clapar, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo.
Kegiatan sosialisasi ini terselenggara atas kolaborasi dengan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII dan menghadirkan narasumber Dr. Mafut Munajat, S.Hut., M.IL., selaku Kepala Seksi Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA). Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa MPTS merupakan jenis pohon serbaguna yang tidak hanya menghasilkan produk pangan seperti buah, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dalam menjaga stabilitas tanah dan tata air. Tanaman seperti alpukat dan nangka madu dipilih karena memiliki nilai ekonomi, kandungan gizi yang baik, serta sistem perakaran yang mampu memperkuat struktur tanah.
Pada konteks Desa Clapar, keberadaan pohon MPTS dinilai relevan sebagai solusi jangka panjang. Minimnya tutupan vegetasi permanen di beberapa titik lahan meningkatkan risiko erosi dan longsor. Penanaman pohon dengan perakaran kuat dapat membantu menahan partikel tanah, mengurangi limpasan air hujan, serta meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah. Dengan demikian, MPTS berperan sebagai benteng alami dalam mitigasi bencana sekaligus sebagai sumber pangan alternatif bagi masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi desa siaga bencana yang tidak hanya responsif, tetapi juga preventif.
Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Dalam SDGs poin 2 (Tanpa Kelaparan), penanaman MPTS mendukung terciptanya sistem pangan lokal yang beragam, bergizi, dan berkelanjutan. Pohon buah yang ditanam di pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan keluarga, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, serta meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat. Pada poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), penanaman pohon berkontribusi dalam penyerapan karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Sementara itu, pada poin 15 (Ekosistem Daratan), kegiatan ini mendukung rehabilitasi lahan, pencegahan degradasi tanah, serta peningkatan tutupan hijau desa. Secara tidak langsung, program ini juga berkontribusi pada poin 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peluang peningkatan pendapatan dari hasil panen buah serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi nyata, kegiatan ini tidak hanya berupa pemaparan materi, tetapi juga aksi simbolis penanaman pohon alpukat di sekitar Balai Desa Clapar. Penanaman simbolis tersebut menjadi representasi komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan membangun ketahanan pangan mandiri. Selain itu, warga yang hadir memperoleh dua bibit tanaman, yaitu bibit alpukat dan bibit nangka madu, beserta pupuk untuk mendukung pertumbuhan awal. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan komitmen untuk menanam serta merawat bibit yang telah dibagikan.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Penanaman MPTS bukan sekadar kegiatan penghijauan, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan desa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai konservasi, ketahanan pangan, dan kesiapsiagaan bencana, Desa Clapar diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Sebelas Maret atas dukungan pelaksanaan KKN, kepada Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII atas sinergi dan kontribusi keilmuan, serta kepada Pemerintah Desa Clapar dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif. Besar harapan bahwa program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan pangan mandiri sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana.
Penulis: Rachmadani Fitri Suciati








